Sudahkah Anda Mengokohkan Akarnya?

Sahal bin Abdillah At Tusturi seorang ulama zuhud (W: 283 H) bertutur tentang pendidikan di usia kecilnya:
Saat saya berusia tiga tahun, saya qiyamullail. Aku melihat pamanku Muhammad bin Siwar sholat.
Suatu hari beliau berkata kepadaku: Tidakkah kamu berdzikir kepada Allah yg menciptakanmu?
Aku bertanya: Bagaimana caraku berdzikir kepada Nya?
Beliau berkata: Dengan hatimu saat kamu hendak istirahat sebanyak tiga kali tanpa menggerakkan lisanmu; Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku.

Hal itulah yg menjadi malam-malamku kemudian aku kabari beliau.
Beliau berkata: Bacalah itu setiap malam sebanyak tujuh kali.
Kemudian itupun aku kabarkan perkembangannya ke beliau.
Beliau berkata lagi: Bacalah itu setiap malam sebelas kali.
Maka aku pun mulai merasakan kelezatannya dalam hati.

Setelah setahun berlalu, pamanku berkata kepadaku: Jagalah yang sudah kuajarkan kepadamu dan teruskan hingga kamu meninggal. Itu bermanfaat bagimu.
Suatu hari beliau berkata lagi:
Wahai Suhail, siapa yg Allah bersamanya, melihatnya dan menyaksikannya, apakah dia berani berbuat maksiat kepada Nya? Jauhilah maksiat!
Setelah itu, aku pun belajar di Kuttab dan mulai belajar Al Quran. Dan aku berhasil menghapalnya di usia 6 atau 7 tahun. Aku rajin puasa sepanjang tahun dan makanan harianku adalah roti gandum selama 12 tahun.

(Inilah kurikulum asli pendidikan Islam; Iman sebelum Quran. Lihatlah sang paman yang jadi teladan, mendidik bertahap dan memiliki target jelas.
Jika para orangtua atau keluarga mampu menanam iman hingga terasa nikmat di hati, seperti yang dilakukan Muhammad bin Siwar kepada keponakannya yang kelak jadi ahli ilmu zuhud ini, maka silakan dipacu hapalan Qurannya setelah itu.
Tapi jika belum melakukan seperti itu, bagaimana ia menekan anak-anaknya untuk segera hapal Al Quran.
Apalah jadinya pohon besar tanpa akar kokoh? Saat badai fitnah tiba ia akan roboh seperti yang lain.
Jika Kuttab hari ini menerima anak-anak seperti Sahal ini, maka Kuttab siap menarget hapal Al Quran di usia dini.
Tapi, para orangtua…

Sudahkah Anda jadi teladan?
Mengertikah tahapan pendidikan Islam?
Tahukah target yg sedang dijalankannya?

Mari tahu diri…)

Ustad Budi Ashari


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s