Cara Allah ‘Memperlakukan’ Orang Zalim

Banyak di antara kita yang mengira bahwa Allah akan menurunkan azab kepada orang zalim dengan instan. Segera setelah kezaliman yang ia lakukan. Tapi ini adalah perkiraan yang salah.

Orang zalim itu akan melalui 4 fase yang mesti kita pahami secara baik. Supaya kita tidak berburuk sangka kepada Allah dan putus asa melihat kenyamanan si zalim dalam melancarkan kejahatannya.

Fase pertama: Penangguhan atau penundaan.

Allah berfirman:

{وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ}

“Dan Aku akan memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.” (Al Qalam: 45)

Di fase itu Allah menangguhkan azab bagi orang zalim. Semoga saja ia bertaubat atau kembali kepada jalur yang benar.

Fase kedua: Istidraj.

Allah berfirman:

(سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ)

“Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (Al A’raf: 182)

Bukan artinya dunia disempitkan bagi mereka. Tidak sama sekali. Bahkan justru dibukakan dunia selebar-lebarnya, diangkatkan derajatnya di mata manusia, dihamparkan baginya rezki dan kelezatan dunia, Allah memberikan apa saja yang ia minta dan inginkan, bahkan melebihi apa yang mereka

harapkan.

Fase ketiga: Pemolesan hingga kelihatan cantik dan indah.

(وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ )

“Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka..” (An Naml: 24)

Saat itu hati orang zalim akan mati. Karenanya ia akan menganggap seluruh pendapatnya adalah kebaikan yang mesti ia lakukan. Hatinya tidak akan hidup lagi untuk menyesali apa yang sudah ia lakukan.

Fase keempat: Turun azab.

{وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ}

“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. (Hud: 102)

Pada saat ini orang zalim tidak diberi ampun lagi. Kesempatan untuk perbaikan sudah ditutup. Azab Allah segera turun terhadap si zalim. Dan bentuk azabnya sangat dahsyat, tidak terbayangkan oleh siapapun.

Ketika itulah hati-hati orang mukmin akan terobati.

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Maka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (Al An’am: 45)

Balasan Kezaliman Datang dari Jalan yang Tak Biasa

Azab yang diturunkan Allah kepada orang zalim menurut kebiasaan datangnya dari jalan yang tidak biasa dan dengan cara yang tidak pernah dikira-kira dan tidak pernah terlintas di hati mereka.

Siapa yang mengira kalau Namrud akan dibinasakan Allah dengan lalat yang masuk ke telinganya?

Tidak pernah terbertik di hati Fir’aun kalau ia akan ditenggelamkan di laut Merah.

Tidak pernah terbayangkan oleh Qarun kalau bumi akan menelannya bersama harta kekayaan yang ia banggakan.

Adakah terlintas dalam pikiran Abu Jahal kalau kepalanya akan dipotong oleh Abdullah bin Mas’ud dan tubuhnya dilemparkan ke dalam sumur Badar?

Abu Lahab tidak mengira kalau tubuhnya akan membusuk sampai anaknya pun tidak sanggup menguburkan mayatnya.

Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafy mati karena ketakutan terus dihantui oleh bayangan Sa’id bin Jubair yang telah ia sembelih.

(فأتاهم الله من حيث لم يحتسبوا)

“….maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang tidak mereka sangka-sangka..” (Al Hasyr: 2)

(وأتاهم العذاب من حيث لا يشعرون)

“..dan datanglah azab itu kepada mereka mereka dari tempat yang tidak mereka sadari”. (An Nahl: 26)

Bagi pendukung kezaliman juga begitu….

Kemaren lusa ba’da shalat subuh saya melihat pendukung Fir’aun yang baru naik tahta memajang fotonya yang digandengkan dengan foto singa lagi menganga sambil cengar cengir bahagia.

Ba’da magrinya saya lihat dia bersama seluruh karyawan mini marketnya tertunduk lesu menahan geram karena sebagian isi tokonya sudah disapu pakai traktor oleh anjing-anjing suruhan orang yang dia banggakan tadi pagi.

Beberapa minggu yang lalu pemilik kebun bunga yang jualan bunga hidup meneriakkan yel-yel dukungan terhadap Fir’aun yang baru dengan mengangkat simbol dua jari karena ada iring-iringan tentara yang lewat di jalan.

Ba’da shalat magrib juga kemaren lusa kebunnya hancur dibuldoser oleh suruhan Fir’aun yang ia banggakan itu. Mulutnya berubah mengeluarkan sumpah serapah terhadap orang yang ia eluk-elukkan sebelumnya. Begitu cepatnya Allah merubah keadaan.

Mau saya ucapin selamat, tapi takut kalau tamparannya melayang ke wajah saya. Hahaha…..

Itulah sepotong cerita terkini dari bumi kudeta, bumi seribu penjara.

Pelajaran:

Kalau tidak sanggup melawan kezaliman jangan sampai bersimpati memberikan dukungan.

Bila tersenyum melihat kezaliman siap-siaplah suatu saat nanti kezaliman itu mengenai anda sendiri.

Bila ketawa bersama kezaliman, suatu hari nanti pasti menangis merasakan akibatnya. Di dunia, apalagi di akhirat.

Keadilan Akan Menemukan Jalannya

Kalau sudah tidak memungkinkan lagi untuk berharap keadilan di atas dunia ini maka angkatlah tangan ke langit, mintalah keadilan kepada pencipta dunia.

Jangan anggap Allah lalai terhadap makar para durjana, tidak ada sebiji atompun kerugian diderita akibat ketidakadilan di dunia ini. Allah Maha Penuntut Balas bagi hambanya yang terzalimi.

“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari pada waktu itu mata mereka terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip dan hati mereka kosong”. (Ibarahim: 42-43)
Sehebat apapun sandiwara makar yang dilakukan, tidak ada yang lepas dari pantauan Allah. Dan tidak satupun akan berlalu begitu saja tanpa peradilan dan tuntutan balas.

Tersenyum menang boleh saja. Menangis getir juga tidak apa-apa. Tapi jangan bangga dulu, serta jangan terlalu cepat kecewa. Endingnya bukan di sini, tapi di akhirat sana.

(Zulfi Akmal, Cairo)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s