Merindukan debu-debu Jihad

Saudaraku, perang di Suriah sekarang ini sangatlah dirindukan oleh mujahid-mujahid seluruh dunia yang merindukan debu-debu jihad. Bagiamana tidak, karena Alllah menjanjikan bahwa kalau seseorang  sudah terkena debu jihad maka akan di haramkan masuk neraka

Hadits Darimi 2290

أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ شُرَيْحٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ أَنَّمَالِكَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ مَرَّ عَلَى حَبِيبِ بْنِ مَسْلَمَةَ أَوْ حَبِيبٌ مَرَّ عَلَى مَالِكٍ وَهُوَ يَقُودُ فَرَسًا يَمْشِيفَقَالَ ارْكَبْ حَمَلَكَ اللَّهُ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِاللَّهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

Barangsiapa kedua kakinya berdebu di jalan Allah, maka Allah mengharamkan Neraka untuknya. [HR. Darimi No.2290].

Hadits Darimi No.2290 Secara Lengkap

[[[Telah mengabarkan kepada kami [Al Qasim bin Katsir], ia berkata; aku mendengar [Abdurrahman bin Syuraih] menceritakan dari [Abdullah bin Sulaiman] bahwa [Malik bin Abdullah] melewati [Habib bin Maslamah] -atau Habib melewati Malik- ketika ia menuntun kuda sambil berjalan. Kemudian Habib (atau Malik) berkata; tunggangilah, sebab Allah telah memberimu tunggangan. Lantas Habib (atau Malik) berkata; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa kedua kakinya berdebu di jalan Allah, maka Allah mengharamkan Neraka untuknya.”]]]

Hadits Bukhari 2600

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا عَبَايَةُ بْنُ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو عَبْسٍ هُوَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جَبْرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا اغْبَرَّتْ قَدَمَا عَبْدٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَمَسَّهُ النَّارُ

Kedua kaki seorang hamba yg berdebu fi sabilillah tak akan disentuh oleh api neraka. [HR. Bukhari No.2600].

Abu Hurairah r.a. berkata, tidak akan masuk neraka seorang laki-laki yang menangis karena takut kepada Allah hingga susu perahan kembali ke putingnya. Dan tidak akan bercampur debu jihad di jalan Allah dengan asap neraka dengan hidung hidung seorang muslim selamanya (HR. Tirmidzi)

Tatkala hendak wafat, Yunus bin Ubaid rahimahullah, tabi’in yang agung, memandangi kedua kakinya, lalu menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya, “Wahai Abu Abdillah, apa yang menyebabkan engkau menangis?” beliau menjawab: “Kedua telapak kakiku ini belum pernah tersentuh debu jihad di jalan Allah. Kalau saja kedua kakiku pernah tersentuh debu jihad di jalan Allah, tentulah aku merasa aman dari azab.”

Sedemikian tingginya tingkat wara’ dan cita-cita para salaf. Mereka berangan-angan untuk mampu meraih puncak kebaikan supaya tidak terlewat satu pun pintu kebaikan. Inilah Yunus bin Ubaid, pemilik motto, “Bersegera dalam ketaatan di setiap saat dan menunaikan kewajiban di setiap kesempatan.”

Demikian hebatnya keimanan dan ketaatan beliau, sampai-sampai orang berkata, “Tiada datang hak-hak Allah melainkan Yunus bin Ubaid telah menunaikannya.”

Beliau paham betul jaminan Rasulullah yang begitu tinggi bagi orang yang berjihad di jalan Allah. Beliau berangan-angan, kalau saja kedua telapak kakinya tersentuh debu jihad di jalan Allah, tentunya beliau akan tenang meninggalkan dunia fana ini dengan selamat dari azab Allah.

Namun demikian, beliau masih menyesali dirinya tatkala menjelang wafat, karena belum terbuka kesempatan bagi beliau untuk berjihad fi sabilillah yang beliau isyaratkan dengan istilah “debu jihad di jalan Allah.” Pada masa itu, memang keadaan sangat tenang, aman dan damai. Sehingga beliau disibukkan dengan dakwah, amal shaleh dan berkhidmat untuk umat. Sesuai dengan profesinya sebagai pedagang, beliau senantiasa berdagang dengan sangat jujur dan mengharapkan pahala serta ridha Allah dalam perdagangannya. Di samping kesibukan bisnis, beliau juga disibukkan oleh ilmu agama dan periwayatan hadits. Pendek kata, seluruh waktu beliau manfaatkan untuk taat beribadah menggapai ridha Ilahi.

Akan tetapi, beliau memiliki perasaan yang sangat peka terhadap kebaikan dan jaminan Rasulullah yang begitu tinggi, sehingga beliau paham betul bahwa jihad di jalan Allah adalah “dzirwatu sanamil Islam”, puncak ketinggian Islam.

Beliau berangan-angan, kalau saja kedua telapak kakinya tersentuh debu jihad di jalan Allah, tentunya beliau akan tenang meninggalkan dunia fana ini dengan rasa aman dan yakin akan selamat dari azab Allah, selagi dibarengi dengan niat yang ikhlas, jauh dari ujub, riya dan sum’ah.

Itulah amalan shaleh berupa debu jihad yang menyentuh kedua telapak kaki, karena pahala jihad fisabilillah didapatkan.

Dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya (QS. Al-Hajj : 77-78)

Maka perbuatan baik disetarakan dengan jihad, keduanya membutuhkan orang-orang yang sangup menjadikan kedua telapak kakinya berdebu di jalan Allah, dan dengannya ia akan aman dari azab.

Ibnu Jauzi dalam bukunya pesan untuk si buah hati, menceritakan Ibrahim bin Adham berkata “Aku pernah mengujungi orang ahli ibadah yang menderita sakit. Maka, ketika mlihat kedua kakinya. Ia manangis. Lalu, aku bertanya, “Kenapa kamu menangis? Ia menjawab, “Kedua kaki ini belum pernah terkena debu medan jihad. Lalu menangis lagi, maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis? Ia menjawab, “Aku menangis hariku yang berlalu tidak puasa dan menangis malamku berlalu tidak qiyamulail.”

Syekh Al-Qarni, ketika Usamah bin Zaid bersiap-siap untuk keluar di jalan Allah bersama pasukannya sesudah Rasul saw wafat, keberangkatannya dilepas oleh khalifah pertama Abu Bakar Shidiq. Usamah menaiki kudanya, sedang Abu Bakar berjalan kaki. Usamah pun berniat akan turun dari kendaraannya agar khlalifah yang mengendarinya. Akan tetapi Abu Bakar berkata, “Jangan turun! Demi Allah, aku tidak mau naik. Apalah salahnya aku jika mendebukan telapak kakiku sesaat dijalan Allah. Allahu Akbar Abu Bakar sudah sudah sering ikut berjihad masih ingin tetap ingin kena debu-debu jihad.

Wahai saudaraku apakah tidak merindukan debu-debu Jihad? Saat sekarang ini mujahid di Suriah di keroyok oleh Negara-negara syiah, komunis dan kafir?

Ya Allah mudahkanlah hamba-Mu yang lemah ini merasakan kemedan jihad sehingga terkena debu-debu jihad dan syahid di medan jihad (Abu Azzam)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s