Pahala Ribath Di Medan Jihad

Saat ini sebagian besar orang-orang yang sudah punya kemampuan secara finansial, saat liburan biasanya membawa keluarganya untuk belanja atau pergi ke Singapura untuk berwisata menghabiskan uang untuk refresing katanya. Itu dilakukan oleh seorang muslim yang memang belum paham betul makna tujuan hidup di dunia. Atau beli mobil, rumah, ganti motor ganti hp atau yang lain.

Beda dengan seseorang yang sudah paham tujuan hidupnya apa. Kalau ada dana hanya terlintas di hatinya adalah bagaimana berdarmawisata Jihad di medan Jihad. Sungguh sangat beruntung bagi seorang muslim yang diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa berwisata Jihad di Suriah. Wahai saudaraku gembiralah anda yang sudah meninjakkan kakinya di bumi Jihad. Dan jika bagi saudaraku yang belum pernah baca apa sih keutamaan ribath di medan Jihad, siap tahu dengan membaca tulisan ini termotivasi cita-cita tertinggi selama hidup.

Salman al-Farisi meeriwayatkan sabda Nabi saw, “Barangsiapa yang berjuang siang dan malam di jalan Allah maka ia memperoleh pahala puasa satu bulan dan ibadah malamnya. Barangsiapa meninggal saat berjaga-jaga, pahalanya mengalir untuknya seperti pahala semasa hidup, riski akan terus mengalir kepadanya dan terhindar dari fitnah

Ash-Shaiddiqi menjelaskan difinisi ribath adalah menempati suatu tempat yang terletak di antara wolayah Muslim dan kafir untuk berjaga-jaga dari serangan musuh.

Al-Aini berpendapat, “Ribath adalah murabathah yang berarti menjaga perbatasan di mana mereka saling bergantian bertugas.

Ibnu Qathibah berpendapat, pada dasarnya ribath adalah mereka yang menambatkan kudanya di perbatasan di mana mereka saling bergantian bertugas.

Ibnu at-Tiin mensyaratkan ribath itu tidak pada tanah kelahirannya. Pendapat ini dunukilkannya dari Ibnu Hubaub dari Malik.

Pendapat lain mengatakan, ribath adalah berjaga-jaga mengantisipasi musuh dan mengamankan musuah ke dalam darkah dan wilayah kekuasaan kaum muslimin.

Bayangkan betapa berjaga dalam jangka waktu 24 jam saja dapat membuahkan pahala seperti orang yang beribadah dan berpuasa selama sebulan. Bayangkan pula para sahabat Rasulullah saw yang berjuang dan meninggal dalam keadaan berjaga-jaga. Berapa banyak pahala yang terlah tercatat sejak ia mati terbunuh 15 abad silam hingga hari kiamt nanti. Setiap hari tercatat untuk pahala orang berpuasa dan berbiadah selama satu bulan penuh. Berapa banyak amal kebaikan yang akan tercatat dalam buku amal kebaikannya, seolah ia mengisi hidpnya hanya dengan beribadah kepada Allah?

Tahukah anda ketahui, para sahabat yang meninggal saat berjaga-jaga tercatat juga untuk mereka pahala orang yang berpuasa dan beribadah selama 42 tibu tahun hingga  permulaan abad ini? Perhitungannya 30mhari x 1.400 tahun = 42.000 tahun.
Mujahidin Jaish Al-Islam saat Ribath di garis depan mengawasi pergerakan milisi PYD di pedesaan Aleppo Utara. 2Jika anda ingin mengethaui lebih banyak tentang keutamaan ribath, mari kita tengiok sejenek beberapa kisah sahabat yang yang diberkan kabar gembira beruapa surga

Dirwayatkan dair Fadhalah bin Ubaid meriwayatkan sabda Nabi saw, “Setiap orang yang mati maka terpurus amalnya, kecuali yang meninggal saat berjaga-jaga di jalan Allah. Amalnya akan terus berbuah, hingga hari kiamat dan terhndar dari fitnah kubur (Hr Abu Daud, Tirmidzi as-Sutyuthi, al-Bani menshahihkan)

Irbath bin sariyah meriwayatkan sabda Nabi saw, “Setiap amal akan terputus dari pelakunya jika ia meninggal kecuali orang yang berjaga-jaga di jalan Allah. Karena amalnya aakan terus bebuah dan risknya akan terus mengalir sehingga hari kiamat. (HR Ath-Thabrani, Suyuthi, al-Bani menshahihkan)

Diriwayatkan, Abu Hurairah ra pernah tugas berjaga-jaga bersama para sahabat. Mereka berjalan ke tepi pantai. Kemudian dikabarkan bahwa keadaannya baik dan aman. Mereka pun beranjak pergi, sedang Abu Hurairah tetap tinggal. Seseorang lewat dan bertanya, “Apa yang membuat anda menetap wahai Abu Hurairah? Ia menjawab, “Saya mendengar Nabi saw bersabda, “Berdiri berjaga-jaga selama satu jam lebih baik daripada Lailatul Qadar di sisi Hasar Aswad (HR Baihaqi, Al-Bani menshaihkan)

Anda bisa menghitung, berapa banyak pahala ibadah pada malam al-Qadar. Pahalanya melebihi ibadah selama 1000 bulan. Bayangkan jika itu di lakukan di Baituallah di mana pahala shalat di sana dilipat gandakan menjadi 100 ribu shalat. Dapatkah anda menghitung banyaknya pahalanya seadainya anda berjaga-jaga di jalan Allah selama sehari?

Berarti kalau ribath satu hari 24 jam x 83 tahun = 1.992 tahun, kalau seminggu berarti 7 hari x (24 jam x 83 tahun) = 13.944 tahun kalau sebulan 59.760 tahun masih lebih baik. ribath

Kalau shalat dalam satu hari di medan ribath, satu hari x 5 holat wajib = 100.000 = 500.000 sholat jika di tambah dengan sholat sunnahnya?

Seperti anda ketahui, satu-satunya amalan yang pahalanya terus mengalir seteleh meninggal adalah berjaga-jaga di jalan Allah. Apakah anda turut ambil bagian dalam ladang pahala yang berlimpah ini di maana Salafus Shalih berlomba-lomba dan bersabar dalam melakukannya?

Suatu ketika, Salman al-Farisi ra bertemu dengan Syuhrabil bin as-Samithi ketika ia berada di pos penjagaan. Saat itu, ia dan sahabat-sahabat laian merasa terbebani dan susah. Ia berkata, “Maukah anda saya beritahukan sebauh hadist yang saya dengar dai Rasulullah saw, wahai Ibnu as-Samithu?”

Ia menjawab, “Ya. Salam berkata, “Saya mendegar Nabi saw bersabda, “Berjaga selama satu hari lebih baik dan mungkin beliau mengatakan lebih baik dari puasa dan beribadah selama sebulan. Barangsiapa meningga saat berjaga-jaga akan terhindar dari firnah kubur. Sedangkan amalnya akan terus berbuah pahala hingga Hari Kiamat.” (HR Timidhi, al-Bani menshahihkan)

Mujahidin Ahrar Sham menuju medan Ribath di Telat Al-Hadadah, Jabal Al-Akrad. Lattakia 1
Mujahidin Ahrar Sham menuju medan Ribath di Telat Al-Hadadah, Jabal Al-Akrad. Lattakia 1

Hadits Bukhari 2678

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ سَمِعَ أَبَا النَّضْرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا وَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا وَالرَّوْحَةُ يَرُوحُهَا الْعَبْدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ الْغَدْوَةُ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا

Ribath (bersiap siaga) satu hari di jalan Allah lebih baik dari dunia & apa saja yg ada diatasnya & tempat cambuk seorang dari kalian di surga lebih baik dari pada dunia & apa saja yg ada diatasnya & berangkat pada awal hari (pagi) atau berangkat pada akhir hari (siang) untuk berperang di jalan Allah lebih baik dari pada dunia & apa saja yg ada diatasnya . [HR. Bukhari No.2678].

Hadits Bukhari No.2678 Secara Lengkap

[[[Telah bercerita kepada kami [‘Abdullah bin Munir] dia mendengar [Abu An-Nadhar] telah bercerita kepada kami [‘Abdur Rahman bin ‘Abdullah bin Dinar] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa’ad As-Sa’idiy radliallahu ‘anhu] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ribath (bersiap siaga) satu hari di jalan Allah lebih baik dari dunia dan apa saja yang ada diatasnya dan tempat cambuk seorang dari kalian di surga lebih baik dari pada dunia dan apa saja yang ada diatasnya dan berangkat pada awal hari (pagi) atau berangkat pada akhir hari (siang) untuk berperang di jalan Allah lebih baik dari pada dunia dan apa saja yang ada diatasnya “.]]]

Hadits ibnumajah 2756

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ خَطَبَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ النَّاسَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي سَمِعْتُ حَدِيثًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أُحَدِّثَكُمْ بِهِ إِلَّا الضِّنُّ بِكَمْ وَبِصَحَابَتِكُمْ فَلْيَخْتَرْ مُخْتَارٌ لِنَفْسِهِ أَوْ لِيَدَعْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَابَطَ لَيْلَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ كَانَتْ كَأَلْفِ لَيْلَةٍ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

Barang siapa yg melakukan ribath (berjaga di perbatasan musuh) di jalan Allah satu malam lebih baik maka ia seperti mengerjakan puasa & shalat seribu malam. [HR. ibnumajah No.2756].

Hadits ibnumajah No.2756 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar]; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Zaid bin Aslam] dari [Ayahnya] dari [Mush’ab bin Tsabit] dari [Abdullah bin Az Zubair] berkata; ” [Utsman bin Affan] berpidato di hadapan manusia, ia mengatakan; ‘Wahai manusia, aku mendengar sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak ada sesuatu pun menghalangiku untuk menyampaikannya kepada kalian kecuali jika aku rakus terhadap Hadits itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barang siapa yang melakukan ribath (berjaga di perbatasan musuh) di jalan Allah satu malam lebih baik maka ia seperti mengerjakan puasa dan shalat seribu malam.”]]]

Hadits ibnumajah 2757

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي اللَّيْثُ عَنْ زُهْرَةَ بْنِ مَعْبَدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَجْرَى عَلَيْهِ أَجْرَ عَمَلِهِ الصَّالِحِ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُ وَأَجْرَى عَلَيْهِ رِزْقَهُ وَأَمِنَ مِنْ الْفَتَّانِ وَبَعَثَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ الْفَزَعِ

Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan ribath (berjaga) di jalan Allah, maka ia akan diberikan pahala sesuai dgn pahala amal saleh yg ia lakukan, diberikan kepadanya rezeki & diamankan dari orang yg memfitnah & Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengutusnya di hari kiamat dalam keadaan aman dari rasa takut. [HR. ibnumajah No.2757].

Hadits ibnumajah No.2757 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Abdul Al Al’a]; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahab]; telah menceritakan kepadaku [Al Laits] dari [Zuhrah bin Ma’bad] dari [Ayahnya] dari [Abu Hurairah], dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan ribath (berjaga) di jalan Allah, maka ia akan diberikan pahala sesuai dengan pahala amal saleh yang ia lakukan, diberikan kepadanya rezeki dan diamankan dari orang yang memfitnah dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengutusnya di hari kiamat dalam keadaan aman dari rasa takut.”]]]

Hadits ibnumajah 2758

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ سَمُرَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَعْلَى السُّلَمِيُّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ صُبْحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَرِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مِنْ وَرَاءِ عَوْرَةِ الْمُسْلِمِينَ مُحْتَسِبًا مِنْ غَيْرِ شَهْرِ رَمَضَانَ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ عِبَادَةِ مِائَةِ سَنَةٍ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا وَرِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مِنْ وَرَاءِ عَوْرَةِ الْمُسْلِمِينَ مُحْتَسِبًا مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ أَفْضَلُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَعْظَمُ أَجْرًا أُرَاهُ قَالَ مِنْ عِبَادَةِ أَلْفِ سَنَةٍ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا فَإِنْ رَدَّهُ اللَّهُ إِلَى أَهْلِهِ سَالِمًا لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْهِ سَيِّئَةٌ أَلْفَ سَنَةٍ وَتُكْتَبُ لَهُ الْحَسَنَاتُ وَيُجْرَى لَهُ أَجْرُ الرِّبَاطِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Sungguh ribath (menjaga perbatasan) satu hari di jalan Allah dari perbatasan kaum muslimin karena semata-mata mengharap ridla dari Allah, bukan pada bulan Ramadlan, maka pahalanya lebih besar ketimbang ibadah selama seratus tahun, baik puasanya maupun qiyamul lailnya. Dan ribath sehari di jalan Allah pada perbatasan kaum muslimin karena semata-mata mengharap ridla dari Allah pada bulan Ramadlan itu lebih utama di sisi Allah & lebih besar pahalanya. Aku melihat beliau bersabda:
‘Dari ibadah selama seribu tahun, baik puasanya maupun shalat malamnya, jika Allah mengembalikannya kepada keluarganya dalam keadaan selamat, tak akan ditulis kejelekannya selama seribu tahun & akan ditulis kebaikannya & dialirkan pahala ribathnya sampai hari kiamat. [HR. ibnumajah No.2758].

Hadits ibnumajah No.2758 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma’il bin Samurah]; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ya’la bin As Sulami]; telah menceritakan kepada kami [Umar bin Shubh] dari [Abdurrahman bin Amru] dari [Makhul] dari [Ubay bin Ka’b] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh ribath (menjaga perbatasan) satu hari di jalan Allah dari perbatasan kaum muslimin karena semata-mata mengharap ridla dari Allah, bukan pada bulan Ramadlan, maka pahalanya lebih besar ketimbang ibadah selama seratus tahun, baik puasanya maupun qiyamul lailnya. Dan ribath sehari di jalan Allah pada perbatasan kaum muslimin karena semata-mata mengharap ridla dari Allah pada bulan Ramadlan itu lebih utama di sisi Allah dan lebih besar pahalanya.” Aku melihat beliau bersabda: ‘Dari ibadah selama seribu tahun, baik puasanya maupun shalat malamnya, jika Allah mengembalikannya kepada keluarganya dalam keadaan selamat, tidak akan ditulis kejelekannya selama seribu tahun dan akan ditulis kebaikannya dan dialirkan pahala ribathnya sampai hari kiamat.”]]]

Hadits Muslim 3537

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بَهْرَامٍ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ السِّمْطِ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ السِّمْطِ عَنْ سَلْمَانَ الْخَيْرِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى حَدِيثِ اللَّيْثِ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى

Ribath (berjaga-jaga di perbatasan) sehari semalam lebih baik daripada puasa & shalat malam sebulan penuh, jika dia meninggal maka amalannya senantiasa mengalir sebagaimana yg pernah dia amalkan, mengalir pula rizkinya & terbebas dari fitnah. Telah menceritakan kepada kami Abu At Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dari Abdurrahman bin Syuraih dari Abdul Karim bin Al Harits dari Abu ‘Ubaidah bin ‘Uqbah dari Syurahbil bin As Simth dari Salman Al Khair dari Rasulullah semakna dgn haditsnya Laits dari Ayyub bin Musa. [HR. Muslim No.3537].

Hadits Muslim No.3537 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman bin Bahram Ad Darimi] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Walid At Thayalisi] telah menceritakan kepada kami [Laits] -yaitu Ibnu Sa’d- dari [Ayyub bin Musa] dari [Makhul] dari [Syurahbil bin As Simth] dari [Salman] dia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ribath (berjaga-jaga di perbatasan) sehari semalam lebih baik daripada puasa dan shalat malam sebulan penuh, jika dia meninggal maka amalannya senantiasa mengalir sebagaimana yang pernah dia amalkan, mengalir pula rizkinya dan terbebas dari fitnah.” Telah menceritakan kepada kami [Abu At Thahir] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahb] dari [Abdurrahman bin Syuraih] dari [Abdul Karim bin Al Harits] dari [Abu ‘Ubaidah bin ‘Uqbah] dari [Syurahbil bin As Simth] dari [Salman Al Khair] dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semakna dengan haditsnya Laits dari Ayyub bin Musa.”]]]

Ya Allah mudahkanlah langkah kami menuju medah Ribath, sungguh apalah arti hidup jika kaki ini tidak menyentuh bumi Jihad (Abu Azzam)

471 Total 9 View

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s