Wanita Shalihah, yang Cerdik nan Penyejuk Hati

Saudariku yang Allah rahmati, wahai saudariku, jadilah sebaik-baiknya perhiasan dunia, permata hati orang tua mu dan suamimu kelak, penyejuk mata orang tua mu dan suamimu kelak juga, cantik karena kesolehan mu, indah karena akhlak mu, dan jadilah istri yang taat karena mengharap ridho Rabb alam semesta.

Teruslah belajar…

Teruslah memperbaiki diri, karena tidak ada insan yang tidak luput dari kesalahan.

Sebaik-baiknya insan adalah yang bertaubat dari kesalahannya dan berusaha istiqomah tidak mengulangi dan menjauhinya.

Tak perlu berharap sempurna…

Karena tidak ada gading yang tak retak…

Setiap insan memiliki kekurangan…

Berusaha maksimal memantaskan diri  hanya untuk meraih ridhoNya bukan ridho manusia, apalagi misal memantaskan diri hanya sekedar untuk calon suamimu ataupun suamimu.

Karena….

Hakikat wanita shalihah ialah yang taat kepada Allah Azza wa Jalla.

Wahai saudariku, kelak bila engkau telah bersuami maka taatlah padanya karena itu tanda kesalihan mu wahai saudariku.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ

Maka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian)”[QS. An-Nisa’: 34].

Dan ingatlah, semoga menjadi motivasi untuk dirimu dalam menggapai ridhoNya adalah ketika engkau taat kepada Allah maka janji Allah kepadamu sangatlah besar, yaitu surga dimana engkau bebas memilih pintu surga manapun yang engkau inginkan.

Dari Abdurrahman bin ‘Aufradhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bertutur,

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. [HR. Ahmad]

Wahai saudariku, jadilah shalihah hanya karena mengharap ridho ilahi, bukan manusia.

Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” [HR. Muslim no. 1467]

Taatlah kepada suamimu kelak dan jadilah istri shalilah untuknya dengan tujuan mengharap ridhoNya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” [HR. Abu Dawud no. 1417]

Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah: “Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” [‘Aunul Ma‘bud, 5/57]

Terakhir…. untukmu wahai saudariku, kelak jadilah istri yang dapat bersama-sama membantu dan bermitra dengan suamimu dalam menggapai ridhoNya, dan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, sebagaimana ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ

Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” [HR. Ibnu Majah no. 1856]

(http://tashfiyah.or.id/)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s