RAHASIA Keutamaan I’tikaf Di Sepuluh Hari Akhir Ramadhan B

RAHASIA Keutamaan I’tikaf Di Sepuluh Hari Akhir Ramadhan

 

Berkata Imam Az Zuhri:

 

( عجباً للمسلمين ! تركوا الاعتكاف ، مع أن النبي صلى الله عليه وسلم ، ما تركه منذ قدم المدينة حتى قبضه الله عز وجل

 

“Aku heran dengan orang-orang muslim, mereka meninggalkan I’tikaf padahal Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai Allah Azza Wa Jalla mewafatkannya”

 

Anda ingin mengetahui 8 RAHASIA Keutamaan I’tikaf Di Sepuluh Hari Akhir Ramadhan adalah sebagai berikut:

 

Mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam

 

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ .

 

Dari Aisyah istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau melaksankan I’tikaf setelah itu.

 

(Hadits Riwayat Al Bukhari dan Muslim)

 

 

Mencari Malam Lailatul Qadr

 

Telah masyhur keutamaan malam Lailatul Qadr berdasarkan dalil-dali dari Al Quran dan As Sunnah.

 

Dan kapankah bisa kita dapatkan malam Lailatul Qadr itu?

 

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anhaa berkata,

 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُجَاوِرُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ، وَيَقُولُ « تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ » .

 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Beliau bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh terakhir Ramadhan”.

 

(Hadits Riwayat Al Bukhari dan Muslim)

 

 

Memperbaiki Hati

 

Bahwasannya poros utama penggerak amal adalah hati, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

 

( ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله ، ألا وهي القلب

 

“ketahuilah bahwasanya didalam jasad (seseorang) ada segumpal daging, jika baik baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika buruk maka buruk pula seluruh jasadnya, ketahuilah segumpal daging itu adalah Hati”

 

(Hadits Riwayat Mutafq ‘alihi)

 

Sesungguhnya yang merusak hati adalah segala hal hiburan-hiburan dan kesibukan-kesibukan yang memalingkan dari menghadirkan ketaatan hati kepada Allah seperti banyak makan, minum , banyak tidur, banyak pergaulan dan selainnya dari hal-hal yang dapat memecah belah perkara hati,

 

Maka Allah Azza wa Jalla mensyariatkan I’tikaf dengan berpuasa dan shalat malam dan sebagainya dalam rangka untuk menjaga hati dari gejolak dan syahwat-syahwat tersebut sehingga menguatkan langkahnya didalam ketaatan kepada Allah Ta’alaa. Karena kerasnya gejolak syahwat bisa memalingkan seseorang dari mengingat akhirat kepada mengingat Dunia

 

 

I’tikaf melatih untuk mengurangi dari banyak berbicara

 

Karena banyak berbicara yang tidak berfaidah akan menjerumuskan seseorang kepada kebinasaan seperti Ghibah, Sum’ah, Fitnah dan sebagainya.

 

Karena pada umumnya orang-orang yang beri’tikaf sibuk dengan dirinya sendirinya kepada Allah dengan Shalat, tilawah Al Quran, zikir dan sebagainya sehingga menguranginya dari bercengkrama dengan orang lain yang mengakibatkan banyak berbicara hal-hal yang tidak bermanfaat.

 

 

Menjaga Kesempurnaan Puasa

 

Dengan I’tikaf di masjid dan menyibukkan hal-hal yang bermanfaat seperti Shalat, menbaca Al Quran, zikir dan sebagainya dapat memudahkan kita untuk menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa.

 

 

Melatih Sifat Zuhud Dan Ubudiyyah(Penghambaan Diri) Kepada Allah

 

Orang yang beri’tikaf dilatih untuk memahami maksud dan alasannya dia diciptakan yaitu untuk beribadah kepada Allah, sebagaimana firman Allah Ta’alaa,

 

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

 

“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaku”

 

(Al Quran Surat Ad Dzariyaat :56)

 

Yang dimana orang yang beri’tikaf telah menyerahkan dirinya dan waktunya sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah.

 

Dia jadikan kesibukannnya hanya untuk Allah mencari keridhoan Allah, sehingga badannya, indranya dan waktunya sibuk hanya untuk mencari hal ini.

 

 

Termaksud Orang Yang Diberi Naungan Pada Hari Kiamat

 

Sebagaimana Sabda Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

 

سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله ، إمام عادل وشاب نشأ في عبادة الله ، ورجل قلبه معلق بالمساجد ،

 

“Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah Ta’ala pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu seorang lelaki yang hatinya selalu terpaut dengan mesjid.”

 

(Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim)

 

Orang yang beri’tikaf adalah bagian dari orang yang mencintai Masjid, karena dia mengetahui keutamaan Rumah Allah dan kecintaan ini adalah bernilai besar disisi Allah untuk memberikan nya Naungan pada hari kiamat.

 

 

Shalawat Dan Permohonan Ampun Dari Malaikat

 

Orang yang beri’tikaf di masjid ketika menunggu shalat maka dia mendapati pahala shalat dan para Malaikat mendoakan dan meminta ampun untuknya, sebagimana sabda Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,

 

إن الملائكة تصلي على أحدكم ما دام في مصلاه ما لم يحدث : اللهم اغفر له ، اللهم ارحمه

 

“Para Malaikat itu bershalawat kepada salah seorang dari kalian selama ia masih berada di tempatnya di mana ia shalat, selama ia belum berhadats; “Allohumaghfirlahu (Ya Allah, ampunilah ia), Allohumarhamhu (Ya Allah, rahmatilah ia).”

 

(Hadits Riwayat Bukhori)

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s