Syair Imâm Syâfi’i: “Jangan Remehkan Kehebatan Panah Malam (Do’a)”

Imâm Syâfi’i rahimahullâh (wafat: 204-H) berkata dalam bait syairnya:

أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيْهِ ** وَمَا تَدْرِيْ بِمَا صَنَعَ الْدُّعَاءُ

“Apa engkau mencemooh do’a dan meremehkannya? ** Kau tidak tahu apa yang mampu dilakukan oleh do’a.”

سِهَامُ اللَّيْلِ لاَ تُخْطِي ** لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ

“Panah malam (yakni: dua tangan yang menengadah pada Allâh di malam hari) tak akan pernah kembali dengan sesuatu yang hampa ** Dia memiliki tujuan, dan setiap tujuan pasti memiliki akhir pemberhentian.”

Bait syair di atas menggambarkan betapa do’a, bagi seorang mukmin, merupakan harapan terbesar yang senantiasa ada menemani dalam setiap problem kehidupan yang dihadapinya. Ketika tidak sedikit orang telah pupus dalam harapan, hancur dalam mimpi dan asa, seorang mukmin selalu optimis dan yakin bahwa di sana selalu ada jalan untuk keluar, selalu ada keajaiban ilahi yang bisa terjadi melalui do’a. Bukankah Allâh, sebagai Pemilik alam semesta ini dengan segenap keajaibannya telah mengikrarkan sebuah janji:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan jika hamba-Ku bertanya padamu tentang-Ku, maka ketahuilah bahwasanya Aku ini dekat. Aku menjawab setiap do’a dari orang yang berdo’a hanya kepada-Ku.” [QS. Al-Baqarah: 186]

Jangan pernah menyangka bahwa do’a hanya datang dengan hasil nihil. Tidak jarang, apa yang mampu dihasilkan oleh do’a justru lebih besar dan lebih bermanfaat dari apa yang kita pinta dalam do’a tersebut. Kalaupun jawaban dari suatu panjatan do’a tidak sesuai dengan harapan, maka yakinlah bahwa ganjaran pahala yang dihasilkan oleh do’a yang tulus pada ilahi, pasti memiliki nilai yang jauh lebih besar.

Itu sebabnya ‘Umar bin Khaththab radhiallâhu’anhu mengatakan:

“Demi Allâh, aku tidak terlalu perduli dengan hasil atau jawaban dari do’aku, karena itu ada di tangan Dzat yang Mahakuasa, yang aku pikirkan dan senantiasa harapkan adalah kesempatan untuk bisa selalu berdo’a, karena jika aku telah diberi taufik untuk berdo’a, maka jawaban itu pasti adanya (entah itu sesuai harapan atau tidak, karena boleh jadi, apa yang kita harapkan belum tentu baik bagi kita. Allâh-lah yang Mahamengetahui, jawaban apa yang terbaik bagi seorang hamba dengan do’anya).”  


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s