Harta haram riba

Hukum dasar harta ada tiga, yaitu: adil, utama dan zalim. Adil berupa jual-beli (niaga), harta yang utama yaitu sedekah, sementara harta yang zalim adalah riba dan semisalnya. Riba dalam bahasa Arab artinya “bertambah”. Maka segala sesuatu yang bertambah dinamakan riba. Menurut istilah, riba berarti menambahkan beban kepada pihak yang berhutang, atau menambahkan takaran saat melakukan tukar menukar 6 jenis komoditi (emas perak, gandum, sya’ir, kurma dan garam) dengan jenis yang sama, atau tukar-menukar emas dengan perak dan makanan dengan makanan secara tidak tunai.

Ada tiga macam pembagian riba, yaitu:

  1. Riba nasi’ah: yaitu tambahan yang diambil penjual dari pembeli sebagai imbalan pemberian tempo. Seperti ia memberikannya seribu secara kontan dengan syarat ia membayarnya setelah satu tahun sebanyak seribu seratus.
  2. Riba fadhl: yaitu jual beli uang dengan uang, makanan dengan makanan disertai tambahan. Hukumnya haram.
  3. Riba hutang: gambarannya adalah bahwa seseorang meminjamkan sesuatu kepada orang lain, dan disyaratkan atasnya bahwa ia mengembalikan yang lebih baik darinya, atau mensyaratkan atasnya manfaat apapun juga.

Menurut al-Kitab, as-Sunnah dan ijma’ umat, hukum riba adalah haram. Beberapa dalil tentang haramnya riba, sebagai berikut:

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” [Qs. Al-Baqarah: 278-279]

Allah سبحانه وتعالى melaknat keras orang yang memakan atau mengambil riba seperti dalam firman-Nya:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.” [Qs. Al-Baqarah: 275]

Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” [Qs. Al-Baqarah: 276]

Dalam ayat ini, Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa Dia akan memusnahkan riba, yakni Dia akan menghilangkannya baik secara keseluruhan dari tangan pemiliknya atau (dengan cara) menghalanginya dari berkah hartanya sehingga ia tidak bisa mengambil manfaat darinya bahkan Dia menghilangkannya ketika di dunia dan pada hari Kiamat akan mengadzabnya.

Sementara dalam hadits, Nabi صلي الله عليه وسلم juga mengingatkan dan memerintahkan agar kita menjauhi riba, karena riba termasuk salah satu dalam tujuh dosa besar.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:

اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: اَلشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِِ.

“Jauhilah oleh kalian tujuh (perkara) yang membinasakan.” Para Sahabat bertanya, “Apa itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan cara yang haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita yang suci bersih lagi beriman (dengan perzinaan).” [HR. Shahih al-Bukhari No. 2766]

Dari Jabir رضي الله عنه, ia berkata

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ j آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah صلي الله عليه وسلم melaknat orang yang memakan riba, orang yang mewakilinya, pencatatnya dan dua saksinya. Beliau bersabda, “Mereka semua sama.” [HR. Shahih Muslim No. 1598]

Demikianlah, betapa Islam sangat keras menentang dan melaknat para pelaku riba. Semoga Allah سبحانه وتعالى memberi taufiq dan hidayah agar kehidupan kita dijauhkan dari malapetaka riba. Amin…

 

Referensi bacaan:

  • Al-Qur-anul Karim dan terjemahannya
  • Harta Haram Muamalat Kontemporer (hal. 329), Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. BMI Publishing – Bogor, cetakan ke-5 Juli 2013
  • Riba, Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi, almanhaj.or.id
  • Ringkasan Fiqih Islam, Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri, Islamhouse.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s