Orang Paling Tampan & Cantik…

Orang Paling Tampan & Cantik… Sobat, menurut anda seperti apakah orang paling tampan atau paling cantik jelita? Barang kali anda berkata: yang paling tampan atau cantik jelita adalah orang yang hidungnya mancung, kulitnya putih, langsing, atau tegap, senyumnya manis , rambutnya berombak dan …… Namun tahukah saudara bahwa semua itu sejatinya adalah semu belaka, semua akan sirna bila ternyata dia membenci anda, memaki anda, menzolimi, dan merampas hak anda. Saat seperti ini bisa jadi anda akan mengumpatnya dengan seluruh nama hewan yang pernah anda kenal, bahkan segala bentuk kotoran yang terlintas di benak anda. Ketahuilah bahwa sejatinya orang paling cantik jelita dan tampan rupawan ialah orang yang senantiasa damai hidupnya karena kedua matanya senantiasa dijaga sehingga hanya memandang sesuatu yang Allah ridhai, raganya hanya berbuat amalan yang Allah ridhai dan lisannya bertutur kata santun sebagaimana yang Allah cintai, batinnya lebih suci dibanding raganya. imam Ibnul Qayyim berkata: من قرت عينه بالله قرت به كل عين “Orang yang kedua matanya menjadi damai karena dekat kepada Allah, maka damai pula semua mata tatkala memandangnya.” ( Thariqul Hijratain 8) Mereka Ah orang orang yang tampan rupawan dan cantik jelita walau hidung tidak mancung, kulit tidak putih, dan tidak pernah mengenakan berbagai macam perhiasan. Cahaya iman dan akhlak menerangi raga mereka sehingga semua menjadi Tampan dan cantik jelita. Bagaiman dengan diri anda ? Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Benarkah Anda Orang Baik..?

Benarkah anda orang baik? Ataukah sejatinya anda adalah …

Sobat, anda ingin tahu siapa diri anda? Sederhana, simak kiat praktis yang terungkap pada riwayat berikut:

Qurrah bin Khalid mengisahkan bahwa suatu hari Al Hasan Al Bashri menafsirkan ayat berikut:

{وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ} [القيامة: ٢]

“Dan aku tiada bersumpah dengan jiwa yang selalu mencela.” ( Al Qiyamah 2)

Beliau berkata:

” إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَا تَرَاهُ إِلَّا يَلُومُ نَفْسَهُ يَقُولُ: مَا أَرَدْتُبِكَلِمَتِي، يَقُولُ: مَا أَرَدْتُ بِأَكْلَتِي، مَا أَرَدْتُ بِحَدِيثِ نَفْسِي، فَلَا تَرَاهُ إِلَّا يُعَاتِبُهَا، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَمْضِي قُدُمًا فَلَا يُعَاتِبُ نَفْسَهُ ”

“Sejatinya tiadalah engkau mendapatkan orang yang benar benar beriman melainkan ia selalu sibuk dengan mencela dirnya sendiri; ia selalu berkata kepada dirinya sendiri: apa tujuanku berbicara? Apa tujuanku makan? Apa tujuanku bermuhasabah (introspeksi diri)? Sehingga tiada pernah engkau menemuinya kecuali ia sedang sibuk mencela dirinya sendiri. Sedangkan orang keji, maka ia selalu merasa bebas melakukan apa saja, tanpa pernah merasa perlu untuk mencela dirinya sendiri.” ( Ahmad dalam kitab Az Zuhud)

Bagaimana dengan anda sobat! Mungkinkah anda lebih peka membaca kesalahan orang lain dan buta akan kekurangan diri anda sendiri? Semoga saja sebaliknya, anda lebih jeli mengenali kekurangan diri sendiri dibanding kesalahan saudara anda. Amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s