Apa Hajatmu, Mohonkanlah di Bulan Ramadhan!

RAMADHAN tidak semata menyediakan banyak ampunan dan pahala, juga memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin mendapat pertolongan-Nya dengan segera berdoa kepada-Nya.

Ramadhan juga menjadi kesempatan emas setiap Muslim untuk lebih mengenal Allah, sehingga tidak perlu bertumpu, berharap, bersandar kepada selain Allah.

Dalam Fawaidul Fawaid, Ibn Qayyim Al-Jauziyah menuliskan, “Apabila seorang hamba mampu mengenal Allah beserta asma dan sifat-Nya, maka kehidupannya di dunia ini akan menjadi tenteram. Ia akan merasakan kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan kecuali dengna kenikmatan surga di akhirat kelak. Sebab, ia selalu ridha kepada Rabbnya, sedngkan keridhaan merupakan surga duniawi di tempat peristirahatan bagi orang-orang yang mengenal Allah.”

Seperti jamak dipahami bukankah sudah cukup banyak dari umat ini yang mengerti bahwa Allah tidak akan tidak pernah mengabulkan permohonan (doa) hamba-hamba-Nya. Tetapi, kalau mau jujur sudahkah kita benar-benar ikhlas, yakin dan penuh kekhusyukan dalam setiap berdoa kepada-Nya?

Mari kita belajar dari Nabi Ayyub alayhissalam, kala beliau mendapatkan ujian dan tidak berdoa melaikan hanya kepada Allah Ta’ala.

وَأَيُّوبَإِذۡنَادَىٰرَبَّهُۥۤأَنِّىمَسَّنِىَٱلضُّرُّوَأَنتَأَرۡحَمُٱلرَّٲحِمِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Rabbnya. (‘Ya Rabbku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Rabb Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS. Al-Anbiya [21]: 83).

Menurut Ibn Qayyim Al-Jauziyah, doa Nabi Ayyub alayhissalam itu mengandung lima (5)  hal penting di hadapan Alalh, yakni, hakikat tauhid, ungkapan kefakiran dan kebutuhan seorang hamba kpeada Rabbnya, perasaan cinta hamba di balik sikap lembutnya kepada-Nya, pengakuan terhadap kasih sayang-Nya, serta bahwa Dialah yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.

Jadi, tidak perlu sedih, bingung, apalagi putus asa dalam menjalani kehidupan yang meskipun boleh jadi seperti diri dalam keadaan menderita, tersiksa dan tidak ada yang peduli. Kembalilah kepada Allah. Pertanyaannya kapan waktu yang tepat untuk berdoa selama Ramadhan?

Pertama, saat sahur.

يَنْزِلُرَبُّنَاتَبَارَكَوَتَعَالَىكُلَّلَيْلَةٍإِلَىالسَّمَاءِالدُّنْيَاحِينَيَبْقَىثُلُثُاللَّيْلِالآخِرُيَقُولُمَنْيَدْعُونِىفَأَسْتَجِيبَلَهُمَنْيَسْأَلُنِىفَأُعْطِيَهُمَنْيَسْتَغْفِرُنِىفَأَغْفِرَلَهُ

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari).

Jadi, manfaatkanlah waktu tersebut untuk banyak berdoa. Jangan diisi dengan yang tidak berfaedah, apalagi sekedar dengan sahur sembari nonton banyolan di televisi yang kurang edukatif dan tidak simetris dengan makna, hakikat dan tujuan puasa.

Kedua, saat siang hari, selama berpuasa

ثَلاَثَةٌلاَتُرَدُّدَعْوَتُهُمُالصَّائِمُحَتَّىيُفْطِرَوَالإِمَامُالْعَادِلُوَدَعْوَةُالْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad).

Ketiga, saat berbuka puasa

ثَلاَثَةٌلاَتُرَدُّدَعْوَتُهُمُالإِمَامُالْعَادِلُوَالصَّائِمُحِينَيُفْطِرُوَدَعْوَةُالْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi).

Mohonkanlah segala hajat di waktu-waktu tersebut. Makanya, sore hari lebih baik siapkan diri dengan banyak dzikir, tilawah dan berdoa. Bukan malah keluyuran dengan alasan ngabuburit. Sebab, saat jelang berbuka dan saat berbuka adalah saat dimana doa dikabulkan. Jika fisik dan hati kita sibuk dari berbagai tempat, bisa dipastikan doa bisa dilantunkan, namun kesungguhan hati tidak akan bisa dihadirkan.

Tentu, masih ada waktu lain yang mustajab untuk berdoa, seperti kala sujud, dan waktu-waktu lain yang bisa dilakukan di luar Ramadhan. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang tidak meminta, memohon dan berharap, kecuali hanya kepada-Nya. Aamiin. Wallahu a’lam.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s