Meninggalkan maksiat

Leave a comment

api nerakaAllah swt Berfirman, “Siapa saja, yang tetap melakukan dosa sampai sakaratul maut pasti dia diberi hukuman. Dia tidak akan mendapat penolong dan pembela selain Allah ”. (QS An Nisa’ 123)
Para shahabat menyatakan bahwa inilah ayat Al Qur’an yang paling berat bagi mereka, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Aisyah mengatakan kepada Rasulullah saw bahwa inilah ayat Al Qur’an yang terasa paling berat bagi dirinya. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 hal 558)
Balasan Allah yang secepat kilat itu dikarenakan Allah tidak rela hamba-Nya yang beriman larut dalam kemaksiatan. Rasulullah saw bersabda :  “Sesungguhnya Allah Maha Pencemburu, dan cemburunya Allah adalah di saat seorang mukmin melanggar yang diharamkan-Nya” (HR Bukhari)
Shahabat Abdullah Bin Abbas raberkata, “Wahai orang yang berbuat dosa, janganlah engkau merasa aman dari dosa-dosamu. Ketahuilah bahwa akibat dari dosa yang engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dari dosa dan maksiat itu sendiri”.
“Ketahuilah bahwa hilangnya rasa malu kepada malaikat yang menjaga di kiri kananmu saat engkau melakukan dosa dan maksiat, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”. “Sesungguhnya ketika engkau tertawa saat melakukan maksiat sedangkan engkau tidak tahu apa yang akan Allah lakukan atas kamu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”.
“Kegembiraanmu saat engkau melakukan maksiat yang menurutmu menguntungkanmu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat itu”. “Dan kesedihanmu saat engkau tidak bisa melakukan dosa dan maksiat yang biasanya engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dosanya dosanya dari dosa dan maksiat itu”.
“Ketahuilah bahwa perasaan takut aib dan maksiatmu akan diketahui orang lain, sedangkan engkau tidak pernah merasa takut dengan Pandangan dan Pengawasan Allah, adalah jauh lebih besar dosanya dari aib dan maksiat itu”. “Tahukah engkau apa dosa Nabi Ayyub sehingga Allah mengujinya dengan sakit kulit yang sangat menjijikkan selama bertahun-tahun, ditinggalkan keluarganya dan habis harta bendanya ? Ujian Allah itu hanya disebabkan karena seorang miskin yang didzalimi datang meminta bantuan kepadanya, tetapi Nabi Ayyub tidak membantunya”.
Ibnu Qayyim mengatakaan ujian dan bahaya yang terbesar adalah jika jiwa merasa aman setelah melakukan dosa, karena hukuman itu ditangguhkan dan hukuman yang paling besar adalah jika jiwa merasa kebal dengan hukuman yang ditimpa Allah kepadanya. Satu contoh, seseorang yang sering meninggalkan sholat subuh berjamaah, sedangkan ia merasa tak berdosa sedikitpun, justru menikmatinya, sebenarnya itulah hukuman dari Allah. Para sahabat ketika tahu salah seorang diantara mereka meninggalkan sholat jamaah, mereka mengunjungi dan menasehatinya. Karena hal itu bisa menghantarkan pada kesesatan yang oleh ibu qayyim dikatakan sebagai aksi pembunuhan, beliau mengatakan dosa-dosa itu adalah luka parah dan luka itu bisa membawa pada kematian.

Maksiat merupakan penyebab kesempitan dan siksaan.

Karena itulah Allah berfirman, “Akan tetapi kaum Yahudi dan Nasrani teleh malanggar janji mereka. Karena itu Kami laknat mereka, hati mereka Kami jadikan mengeras. Mereka telah mengubah ayat-ayat Tuarat dan Injil dari aslinya. Mereka telah meninggalkan sebagian dari perintah-perintah yang ada pada Tuaat dan Injil. (QS AL-Maidah [5]13)
Wahai Muhammad, katakankah kepada manusa, “Yang diharamkan oleh Tuhanku adalah semua perbuatan keji yang tampak maupaun yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zhalim, melanggar hak orang lain dengan dalih yang tidak benar dan menyekutukan Allah sedangkan Allah tidak menurunkan pembenaran atas perbuatan-perbuatan itu. Wahai manusia kalian mengatakan sesuatu atas nama Allah, padahal sebenarnya kalian tidak mengetahui hal itu (QS Al-A’raf [7] 33)
Satu perbuatan maksiat yang kau lakukan dalam perjalanan bisa membinasakanmu sehinga kau rugi dunia dan akhirat. Ibnu al Jallad berkata, “Sumpah selama empat puluh tahun, aku senantiasa dibuntuti dosa. Ibnu al-Jallad, semoga Allah mengampunimu. Dosamu sedikit dan engkau pun tahu dari mana datangnya. Sedangkan kami memiliki banyak dosa, namun kami tidak sadar dari mana datangnya.
Kalau pakaian hitam ditetesi noda, maka pakaian itu tidak akan terpengaruh. Tapi jika pakainnya putih dan bersih maka apa pun pasti akan kelihatan jelas. Mereka adalah pakaian putih sedangkan kehidupan berubah hitam. Hasilnya pengaruh, dampak, sehingga iman berkurang, ilmu menyusut dan berkah dihapaus.

 

Karena itu Rasulullah sa besabda “Ya Allah bersihkan kami dari dosa dan kesalahan sebagaimana pakian putuh yang dibersihkan dari kotoran (HR Bukhari Muslim)
Saudaraku jika kita melakukan maksiat Allah selalu mengawasi dan tidak pernah lupa, Allah menanti untuk bertobat
Allah berfirman, “Pengetahuan tentang itu ada pada catatan Tuhan. Tuhanku tidak keliru dan tidak pula lupa dalam mencatat setiap keadaan (QS Thaahaa (20]52)
Aduhai celakanya kami, mengapa catatan amalku jadi butuk bagini? Tidak ada sedikitpun yang tertinggal dalam catatn ini, baik dosa kecil maupaun dosa besar. Semuanya tercatat dengan teliri. Semua manusia emndapatkan cataatan semua amal yang telah mereka perbuat didunia. Tuhanmu tidak akan berbuat zhalim sedikitpun kepada manusia dalam mecatat amalnya (QS Al-Kahfi [18]49)
Ibnu Jauzy telah mengatakan, “Jangan pernah menyepelekan dosa kecil. Serabut kering yang kecil ketika dipintal akan menjadi seutas taiu yang kuat dan dapat mencekik seokor unta yang besar.
Anas bin Malik berteman dengan sekelompok tabiin dia berkata, “Sesungguhnya kalian telah mengetahui sebuah perbuatan, yang dalam pandangan kalian lebih kecil dari sehelai rambut. Akan tetapi, dimasa Rasulullah saw, kami menganggap perbuatan itu termasuk dosa besar.
Janganlah kalian menganggap, kecilnya sebuah kemaksiatan, tetapi lihatlah keagungan Zat, terhadap-Nya kalian telah berbuat kemaksiatan.
Ibnul Jauzi menjelaskan tentang dampak maksiat bagi jiwa seseorang : “Dan di antara contoh keajaiban balasan maksiat di dunia adalah ketika saudara-saudara Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam mencelakakannya serta menjualnya dengan harga yang sangat rendah, tidak berapa lama Allah menghinakan mereka dengan menjadikan mereka peminta-minta di hadapan Yusuf, orang yang telah mereka celakakan.

 

Al Qur’an menceritakan kisah ini :
“ Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata : Hai Al Aziz (Yusuf), kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah takaran untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS Yusuf 88) [1]

 

kemudian Allah butakan mata hatinya dan ia menjadi berat untuk tahajjud, serta matanya sulit menghayati ayat-ayat Al Qur’an dan menangisi dosa-dosa dan sebagainya, lalu Allah hilangkan kejernihan dan kepekaan jiwanya. Atau ia dengan gampang mengkonsumsi makanan yang berasal dari , (nurani) orang itu. Atau membiarkan mulutnya mengatakan ucapan-ucapan kasar, jorok, Kadangkala balasan itu bukan bersifat fisik seperti sakit, bangkrut, bencana alam dan sebagainya tetapi justru berupa balasan maknawi. Kita saksikan betapa banyak orang yang membiarkan matanya jelalatan memandang hal-hal yang diharamkan Allah, kemudian tanpa disadarin

 

Ada pula dampak yang tidak kalah berbahaya, yaitu dengan menjadikannya bergelimang maksiat, karena dosa kecil atau maksiat yang diremehkannya telah menyebabkan dirinya terseret ke jurang kemaksiatan lainnya. Sesungguhnya maksiat yang dilakukan oleh seseorang setelah ia melakukan satu maksiat adalah balasan Allah atas maksiat yang pertama.
Demikian pula orang yang merasa bahwa setelah ia melakukan maksiat ternyata tidak terjadi sesuatu pun pada dirinya, harta dan keluarganya. Sesungguhnya ia tidak sadar bahwa kelalaiannya akan balasan dari Allah adalah balasan atas dosa-dosanya.
Diriwayatkan bahwa seorang pendeta Bani Israil pernah bermunajat kepada Allah seraya berkata, “Ya Allah betapa banyak aku telah bermaksiat kepada-Mu namun Engkau tidak sedikit pun menimpakan balasan atas diriku“. Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi yang diutus saat itu : “Katakan kepadanya, “Betapa besarnya balasan yang telah Aku timpakan kepadamu, sedangkan engkau tidak menyadarinya. Bukankah Aku telah mengharamkan bagimu manisnya beribadah kepada-Ku, sehingga engkau tak pernah lagi merasakan nikmatnya bermunajat kepada-Ku”.
Maksiat membuat sulit semua urusan.
Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka maksiat akan mempersulit segala urusan pelakunya. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati. Menumbuhkan kekuatan badan dan melahirkan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di hati, kelemahan badan, susut rezeki dan mengundang kebencian makhluk.”

Seseorang yang suka bermaksiat, semua urusannya akan menjadi sulit karena semua makhluk di alam semesta membenci pelaku maksiat. Air yang diminum tidak ridha untuk diminum. Makanan yang disuap tidak suka untuk di makan. Sahabat dekat akan lari karena enggan berurusan dan membenci perilaku maksiat. Berkah hidup pun hilang.
Maksiat memendekkan umur dan menghapus keberkahan. Umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Kehidupan yang bermanfaat jika hidup itu dihabiskan untuk ketaatan, ibadah, cinta, dan dzikir kepada Allah serta mencari rezki yang diridhai-Nya.
Bila kebanyakan waktu dalam kehidupan ini di isi dengan maksiat maka kehidupan sebenarnya telah ditempuh dengan kesia-siaan dan tidak memberi berkah sedikitpun. Inilah yang dimaksudkan dengan pendeknya umur pelaku maksiat.
Hindari Maksiat dengan bertawakkal kepada Allah.
Wahai Muhammad, taatlah kami kepada Tuhan Yang Mahahidup dan tidak akan mati. Agungkanlah Allah dengan senantiasa mengesakan-Nya. Allah Maha mengehtaui semua doa-dosa hamba-hamba-Nya (QS.25, Al Furqan, ayat 58).
Berhatihatilah selalu, Jangan berbuat maksiat.

Ketagihan berbuat maksiat sulit menghentikan. Kehinaan dan kemudharatan datang akibat perbuatan maksiat kepada Allah sehingga Allah pun menghinakannya.
Wahai Nabi, apakah engkau tidak memikirkan semua yang ada di langit dan di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon dan semua hewan yang tunduk kepada Allah? Juga sebgaian dari manusia taat kepada Allah, tetapi sebgainnya berhak menerima adzab kaena kekafirannya. Siapa saja yang dihinakan oleh Allah maka ia tidak akan mendapatkan ornag yang memulikannya. Sunguh Allah bertindak sesuai dengan kehendak-Nya (QS.22,Al-Hajj:18).
Kemaksiatan itu akan melahirkan kehinadinaan.
Kemuliaan hanya akan muncul dari ketaatan kepada Allah swt. dan zikir kepada Allah yang menyebabkan diri terhindar dari maksiat. Perkataan yang baik dan amal yang akan dinaikkan oleh Allah untuk diterima dan diberikan pahalanya oleh Allah Azza wa Jalla.
Ulama Salaf berdoa, “Ya Allah, anugerahilah aku kemuliaan melalui ketaatan kepada-Mu; dan janganlah Engkau hina-dinakan aku karena aku bermaksiat kepada-Mu.”. Maka tinggalkanlah perbuatan maksiat itu.
Maksiat menghalangi syafaat Rasulullah dan Malaikat,
Kecuali, bagi mereka yang bertobat dan kembali kepada jalan yang lurus.
Para malaikat yang memikul Arasy dan semua malaikat yang ada di seiktarnya bertasbih memuji Tuhan mereka. Mereka senantiasa beriman kepada-Nya. [ara malaikat memohonkan ampun bagi orang-orang beriman. (QS.40, Al-Mukmin: 7)
Para malaikat yang suci senantiasa bertasbih dan bertahmid serta beriman kepada Allah Azza wa Jalla. Sementara manusia sering lupa kepada tuhannya. Ketika seorang bermaksiat, senyatanya dia telah menganggap remeh Allah swt, bahkan tidak meyakini bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatannya. Sungguh ini adalah kedurhakaan luar biasa. Para malaikat selalu mendoakan orang yang bertaubat dan kembali ingat kepada Allah dan menghindar dari maksiat dengan bertaubat atas kesalahannya. Hidup di dunia ini sebenarnya bagaikan seorang pedagang. Pedagang yang cerdik tentu akan menjual barangnya dengan harga tinggi.
Tiada yang sanggup membeli diri kita dengan harga tinggi selain hanya Allah swt dengan bayaran kehidupan surga yang abadi.
Wahai Tuhan Kami, masukkanlah orang-orang yang beriman ke dalam surga-surga Adn yang Engkau janjikan kepada mereka. Masukkanlah juga nenek moryang mereka, istri-istri meeka dan anak-anak keturunan yang shalih ke dalam surga- Sesungguhnnya Engkau adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS.40, Al-Mukmin: 7-8)
Bila seorang melakukan perbuatan maksiat dengan berbohong, mungkir janji, berzina, mencuri, korupsi yang hanya memberikan kesenangan sejenak, maka sesungguhnya ia telah tertipu dengan menjual diri dan kehidupannya dengan harga yang sangat rendah … !!!
Karena itu kepada orang yang bertaubat maka para Malaikat senantiasa mendoakan mereka dengan ;
Wahai Tuhan kami, selamatkanlah orang-orang mukmin dari siksa-siksa neraka, berarti Engkau telah beri rahmat kepadanya. Itulah kemenangan yang sangat besar bagi orang-orang mukmin (QS.40, Al-Mukmin: 9)
Maksiat melenyapkan nikmat dan mendatangkan azab.
Allah berfirman ; « dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). » (Asy-Syura: 30)
Ali r.a. berkata, “Tidaklah turun bencana melainkan karena dosa. Dan tidaklah bencana lenyap melainkan karena tobat.”
Karena itu sekarang waktunya bagi kita untuk segera bertobat dan berhenti dari segala maksiat yang pernah dilakukan.
Lalu bagaimana jika maksiat itu telah kita ketahui, kita sadari dan kita yakini bahwa itu adalah maksiat namun kita terus melakukannya ?
“Ya rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (qs al a’raf 23)
“dan (ingatlah kisah) zun nun (yunus alaihis salaam), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru (berdoa’) dalam keadaan yang sangat gelap (di dalam perut ikan paus) :
“tidak ada ilaah (yang berhak disembah) selain engkau. Maha suci engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
“maka kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman”.

Jangan Mengulur Waktu

Leave a comment

Hasan Basri menegaskan, ”Jauhi sikap mengulur-ulur karena kamu dengan harimu bukan dengan esokmu. Apabila kamu mempunyai hari esok hari, maka bersikap cerdiklah (manfaatkanlah), seperti kau bersikap cerdik di hari ini. Dan apakah hari esok di hari. Dan apabila hari esok bukan untukmu maka kamu tidak menyesal atas kelalaian di hari ini.

Tak Beramal Nganggur, Beramal Ujub, Mana yang Utama?

IMAM SYIHABUDDIN AS SUHRAWARDI adalah ulama shalih yang juga mufti dalam masalah amalan hati. Suatu saat datang kepada beliau pertanyaan,”Wahai Tuanku, jika aku meninggalkan amalan maka aku selamanya tidak memiliki amalan, namun jika aku beramal maka aku terjangkit ujub, maka mana yang lebih utama?” Imam As Suhrawardi pun menuliskan jawabannya,”Beramalah dan beristighfarlah dari ujub.” (Thabaqat Al Auliya, hal. 263 More

Kemuliaan Syahid Di Jalan Allah

Leave a comment

IMG-20150326-WA0041Membaca berita syahidnya saudara Ridwan Abdul Hayyie dikabarkan telah gugur di jalan Allah. Selamat bagi guru kita Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman, Wakil Amir Majelis Mujahidin dan keluarga, tidak percuma abah di setiap forum apa saja tidak bosan-bosannya selalu bicara jihad dan ucapan beliau adalah doa, Subhanallah.

Allah memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada orang-orang yang berjihad dan syahid dalam perjuangan membela Islam, antara lain. More

Buku : Urgensi Waktu dalam Islam

Leave a comment

(Penulis Abu Azzam)

waktuBagaimana Ungkapan Ulama tentang waktu dan memanfaatkan waktu

Wahai Muhammad, apakah berlum datang saatnya orang-orang mukmin, hati mereka menjadi tenag dengan mengingat Allah dan mematuhi Al-Qur’an. Orang mukmin jangan mengikuti jejak kaum Yahudi dan Nasrani yang diberi Taurat dan Injil sebelumnya kemudian mereka mengubaih isinya. Kaum Yahudi dan Nasrani telah mealaui masa yang panjang mereka banyak berbuat dosa sehingga hati mereka menjadi keras. Sebagian besar dari umat Yahudi dan Nasrani menjadi orang yang menyimpang dari Turat dan Injil .” (Al-hadid: 16) More

Jangan habiskan rezki untuk bersenang-senang!

Leave a comment

enak“Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya.” (Al-Ahqaf : 20)

Manusia yang paling sempurna disurga adalah mereka yang paling bisa menjaga dirinya yang diharamkan didunia ini. Ketetapan ini sama dengan yang dinyatakan dalam hadis bahwa orang yang meminum arak di dunia, nanti tidak meminumnya di akhirat. Barangsiapa di dunia mengenakannya pakain sutra maka kelak di akhirat tidak akan mengenakannya. Barangsiapa yang didunia mengenakan piring emas dan perak, maka kelak di akherat ia tidak akan makan di dua tempat tersebut.

Pada suatu ketika umar bin Khatab ra masuk ke rumah Rasulullah saw, disana ia melihat Rasulullah saw sedang berbaring di atas sebuah tikar, sama lekukan tikar itu membekas di punggung beliau, bantalnya hanya berupa rerumputan dan saat melihat keatas tidak terlihat atap selain kain yang sangat usang. Umar langsung menangis saat melihat keadaan Rasullullah saw yang sedemikian rupa. Kemudian beliau bertanya kepada Umar : “Kenapa kau menangis wahai Umar? Umar menjawab : “Kisra dan Kaisar yang kafir hidupnya sangat enak, dipenuhi dengan kesenangan dunia, tapi engkau adalah seorang utusan Allah yang lebih mulia dari mereka semua dan cara hidupmu seperti ini, hanya tidur diatas tikar?” Nabi menjawab: “Wahai putera Khatab! Tidak relakah kamu bahwa segala kesenangan dunia itu milik mereka sekarang tapi saat di akhirat kita yang akan menguasainya. Apakah kau masih meragukan hal ini wahai putra Khatab? Ketahuilah! Mereka itulah orang-orang yang kenikmatannya disegerakan di dunia, tapi diakherat hanya penderitaan pedihlah yang mereka dapatkan!

Barangsiapa menghabiskan kebaikan-kebaikan dunia dan kelezatannya, maka kelak di akherat ia haramkan dari itu semua sebagaimana yang dicela Allah terhadap prang yang menghabiskan seluruh kebaikannya di dunia dan menikmati semua hingga habis. Maka tidaklah mengherankan kalau para sahabat dan generasi tabi’in amat takut terhadap hal diatas.

Imam Ahmad menyebutkan dari jabir bin Abdullah ra bahwa ia pernah dilihat Umar bin Khatab sedang membawa daging seharga satu dirham yang ia beli untuk keluarganya. Kata Umar: “Apa ini, wahai Jabir? Jawab Jabir,”Daging seharga satu dirham yang aku beli untuk keluargaku.” Kata Umar: ” Apakah jika salah seorang dari kalian menginginkan sesuatu kemudian ia langsung membelinya di pasar? Tidakkah engkau mendengar Allah swt berfirman,”

“Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya (Al-Ahqaf : 20)

Imam ahmad berkata bahwa kami Affan yang berkata bahwa berkata kepada kami jarir bin hazim yang berkata bahwa kepada kami hasa yang berkata,” Rombongan tamu dari Basrah yang ditemani Abu Musa Al-Asy’ri datang menghadap Amirul Mukminin Umar bin Khatabb. Setiap kali kami masuk ketempat umat, maka pasti dia mempunyai tiga roti. Terkadang kita mendapatkan roti yang dimasak dengan mentega atau minyak atau susu atau endapan menterga yang telah ditumbuk kemudian dimasak dengan roti atau terkadang semacam kaldu daging namun yang terakhir relatif jarang. Pada suatu hari. Umar berkata,”Sungguh demi Allah, aku tahu nama besar kalian dan ketidak senangan kalian terhadap makanan suguhanku. Sungguh demi Allah, kalau aku mau pasti kalian aku beri makanan yang paling lezat didunia dan aku beri kehidupan yang paling mewah. Namun aku mendengar bahwa Allah mencela suatu kaum atas tindakan yang telah dilakukannya.

Allah berfirman “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya.”(Al-Ahqaf : 20)

Usman bin Affan saat menjamu tamu buat orang-orang fakir miskin, diberi jamuan yang paling istimewa tetapi buat dia sendiri beliau makan hanya dengan roti dan air putih.

Pernah Umar bin Abdul Aziz sedang duduk-duduk di serambi bersama Fatimah, umar berkata pada istrinya bahwa dia ingin makan anggur, jawab Fatimah istrinya,” Ya khalifah kita tidak punya uang punya uang untuk beli anggur. Kata Umar bin Abdul Aziz, “biarlah kita tidak jadi makan anggur, siksa neraka lebih pedih.

Suatu ketika Umar Abdul Aziz pulang, saat masuk tiba-tiba anak-anaknya berpencar sambil menutup mulutnya, ditanya kepada pembantunya kenapa anak-anak menutup mulutnya, jawab pembantunya karena tidak ada yang di makan, mereka makan bawang merah

“Barangsiapa yang menginginkan kelezatan yang diharamkan karena Allah, maka pada hari kiamat Allah menggantinnya dengan kelezatan yang lebih sempurna. Barangsiapa yang menikmatanya disini, maka disana kelak ia diharamkan daripadanya atau dikurangi kenikmatannya.

Maka dari itu saudaraku jangan terpukau dengan kelezat-kelezatan dunia, lebih baik sabar menunggu janji Allah (Dikutip dari buku taman-taman surga Ibnu Qoyyim dll)

Abu Azzam

NASEHAT UNTUK PARA JURU DAKWAH

Leave a comment

azzamTugas seorang juru dakwah adalah selalu ingat kepada Allah, meski pun banyak orang yang lalai. Ia menghiasi dengan ibadah meskipun banyak orang yang tidur, Ia berpuasa, meskipun banyak orang yang tidak berpuasa, Ia bersungguh-sungguh melakukan kebajikan saat orang banyak yang lupa. Boleh dikatakan tingkat ibadahnya diatas rata-rata dibandingkan dengan saudara yang lain. Jika anda membayangkan bahwa dunia saat ini hanya ada satu orang saja yang sadar dan waspada, maka bayangkan orang itu adalah anda. Baik buruknya umat Islam bergantung kepada dirimu. Ukurlah kemampuan dirumu. Mulailah melakukan perjanjian dengan Tuhanmu untuk melakukan ketaatan dan kesetiaan. Jika anda tidak mau melakukan hal ini, maka anda dan juga orang-orang bersama anda akan binasa dan anda menganggung dosa generasi-generasi yang datang setelah anda.

More

Mencintai Allah SWT Dan Mencintai Rasulullah SAW

Leave a comment

embunMencintai Allah Subhaaanahu wa Ta’aala atas kecintaan terhadap hal-hal lainnya, merupaka suatu keharusan bia kita menginginkdan Dia selalau bersama kita. Dan inilah semestinya yang harus dimiliki oleh setiap mukmin, karena tanpa adanya rasa cinta yang kuat kepada-Nya, maka ada yang tidak beres dengan keimanan seseorang.

 

Allah berfirman
Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah (QS Al-Bawarah[2]: 165)
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang mukmin, “Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kalian mengingkari perintah atau larangan Allah dan Rasul-Nya, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang kafir (QS Alimran [3] 32-32)

More

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.